Otak manusia mempunyai berat 2% dari berat badan orang dewasa (3 pon),menerima 20 % curah jantung dan memerlukan 20% pemakaian oksigen tubuh dansekitar 400 kilokalori energi setiap harinya. Otak merupakan jaringan yang paling banyakmemakai energi dalam seluruh tubuh manusia dan terutama berasal dari prosesmetabolisme oksidasi glukosa. Jaringan otak sangat rentan terhadap perubahan oksigendan glukosa darah, aliran darah berhenti 10 detik saja sudah dapat menghilangkankesadaran manusia. Berhenti dalam beberapa menit, merusak permanen otak.Hipoglikemia yang berlangsung berkepanjangan juga merusak jaringan otak

Otak manusia, adalah organ yang unik dan dasyat, tempat diaturnya prosesberfikir,berbahasa,kesadaran, emosi dan kepribadian, secara garis besar, otak terbagidalam 3 bagian besar, yaitu neokortekatau kortex serebri, system limbik dan batang otak, yang berkerja secara simbiosis. Bila neokortex berfungsi untuk berfikir, berhitung,memori, bahasa, maka sistek limbik berfugsi dalam mengatur emosi dan memoriemosional, dan batang otak mengarur fungsi vegetasi tubuh antara lain denyut jantung,aliran darah, kemampuan gerak atau motorik, Ketiganya bekerja bersama salingmendukung dalam waktu yang bersamaan, tapi juga dapat bekerja secara terpisah.

Otak manusia mengatur dan mengkordinir, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh,homeostasis seperti tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, keseimbangan cairan,keseimbangan hormonal, mengatur emosi, ingatan, aktivitas motorik dan lain-lain. Otakterbentuk dari dua jenis sel: yaituglia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang danmelindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrikyang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dankeseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebutneurotransmitter. Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagaisinapsis. Neurotransmiter paling mempengaruhi sikap, emosi, dan perilaku seseorangyang ada antara lain Asetil kolin, dopamin, serotonin, epinefrin, norepinefrin.

Fungsi Dopamin sebagai neururotransmiter kerja cepat disekresikan oleh neuron-neuron yang berasal dari substansia nigra, neuron-neuron ini terutama berakhir pada regiostriata ganglia basalis. Pengaruh dopamin biasanya sebagai inhibisi.(Guyton,1997: 714).

Dopamin bersifat inhibisi pada beberapa area tapi juga eksitasi pada beberapaarea. Sistem norepinefrin yang bersifat eksitasi menyebar ke setiap area otak, sementaraserotonin dan dopamin terutama ke regio ganglia basalis dan sistem serotonin ke strukturgaris tengah (midline).(Guyton,1997: 932)

Serotonin disekresikan oleh nukleus yang berasal dari rafe medial batang otak danberproyeksi disebahagian besar daerah otak, khususnya yang menuju radiks dorsalismedula spinalis dan menuju hipotalamus. Serotonin bekerja sebagai bahan penghambatjaras rasa sakit dalam medula spinalis, dan kerjanya di daerah sistem syaraf yang lebihtinggi diduga untuk membantu pengaturan kehendak seseorang, bahkan mungkin jugamenyebabkan tidur (Guyton 1997: 714).

Serotonin berasal dari dekarboksilasi triptofan, merupakan vasokontriksi kuat danperangsang kontraksi otak polos. Produksi serotonin sangat meningkat pada karsinoidganas penyakit yang ditandai sel-sel tumor penghasil serotonin yang tersebar luasdidalam jaringan argentafin rongga abdomen (Martin,David .1987:364)

Sistem respons fisiologik pada stress akut dan kronik, terdapat respon fight andflight dimana berperan hormon epinefrin, norepinefrin dan dopamin, respon terhadapancaman meliputi penyesuaian perpaduan banyak proses kompleks dalam organ-organvital seperti otak, sistem kardiovaskular, otot, hati dan terlihat sedikit pada organ kulit gastrointestinal dan jaringan limfoid. (Martin, David, 1987:625)

Sistem norepinefrn dan sistem serotonin normalnya menimbulkan dorongan bagisistem limbik untuk meningkatkan perasaan seseorang terhadap rasa nyaman,menciptakan rasa bahagia, rasa puas, nafsu makan yang baik, dorongan seksual yangsesuai, dan keseimbangan psikomotor, tapi bila terlalu banyak akan menyebabkanserangan mania. Yang mendukung konsep ini adalah kenyataan bahwa pusat-pusat rewarddan punishment di otak pada hipotalamus dan daerah sekitarnya menerima sejumlahbesar ujung-ujung saraf dari sistem norepinefrin dan serotonin (Guyton 1997:954)

Pada pasien penyakit jiwa sepertiskizofrenia terdapat berbagai keadaan yang
diyakini disebabkan oleh salah satu atau lebih dari tiga kemungkinan berikut:

(1) terjadi hambatan terhadap sinyal-sinyal saraf di berbagai area pada lobusprefrontalis atau disfungsi pada pengolahan sinyal-sinyal; (2) perangsangan yangberlebihan terhadap sekelompok neuron yang mensekresi dopamin dipusat-pusat perilakuotak, termasuk di lobus frontalis, dan atau; (3) abnormalitas fungsi dari bagian-bagianpenting pada pusat-pusat sistem pengatur tingkah laku limbik di sekeliling hipokampusotak (Guyton,1997:954)

Dopamin telah diduga kemungkinan penyebab skizofrenia secara tidak langsungkarena banyak pasien parkison yang mengalami gejala skizofrenia ketika diobati denganobat yang disebut L-DOPA. Obat ini melepaskan dopamin dalam otak, yang sangatbermanfaat dalam mengobati parkinson, tetapi dalam waktu bersamanobat ini menekanberbagai bagian lobus prefrontalis dan area yang berkaitan dengan lainnya. Telah didugabahwa pada skizofrenia terjadi kelebihan dopamin yang disekresikan oleh sekelompok

neuron yang mensekresikan dopamin yang badan selnya terletak tegmentum ventral darimesensefalon, disebelah medial dan anterior dari sistem limbik, khususnya hipokampus,amigdala,nukleus kaudatus anterior dan sebagian lobus frefrontalis ini semua pusat-pusat pengatur tingkah laku yang sangat kuat. Suatu alasan yang sangat kuat. Suatu alasan yang lebih meyakinkan untuk mempercayai skizofrenia mungkin disebabkanproduksi dopamin yang berlebihan ialah bahwa obat-obat yang bersifat efektif mengobati skizofrenia seperti klorpromazin, haloperidol, dan tiotiksen semuanya menurunkan sekresi dopamin pada ujung-ujung syaraf dopaminergik atau menurunkan efek dopamin pada neuron yang selanjutnya (Guyton,1997:954 )

Kerusakan sedikit saja pada otak akan membawa dampak yang luar biasa pada seseorang, seperti operasi otak, akibat stroke, pasien yang pernah mengalami stroke,setelah sembuh banyak yang mengalami perubahan kepribadian.

Otak yang pernah mengalami perdarahan, trauma, misalnya seperti akibat strokeataupun operasi contohnya pada otak depan atau frontal bagian ventromedial akan timbulgejala si pasien akan kehilangan moral, tatakrama, tidak bisa memdudukan diri padaposisi semestinya. Seorang laki-laki bernama Gage usia 25 tahun bekerja di BurlingtonNew England mengalami kecelakaaan kerja, ketika sebuah besi baja menembuskepalanya dan merusak frefrontal otak, ia lolos dari maut setelah operasi tapi setelahsembuh malah menjadi orang baru, dari yang ramah, tidak mudah marah, disiplinmenjadi orang yang kasar, mudah tersinggung, tidak disiplin, Gage berubah menjadiorang yang asing, yang kehilangan aspek moralitas.

Bagaimana kerja Hipotalamus dan sistem limbik, dalam Guyton diterangkan
Fungsi Perilaku dari Hipotalamus dan Sistem Limbik(Guyton, 1997:937)

1.Perangsangan pada hipotalamus lateral tidak hanya mengakibatkan timbulnya rasahaus dan nafsu makan tapi juga besarnya aktivitas emosi binatang sepertitimbulnya rasa marah yang hebat dan keinginan berkelahi.

2. Perasangan nukleus ventromedial dan area sekelilingnya bila dirangsangmenimbulkan rasa kenyang dan menurunkan nafsu makan dan binatang menjaditenang.

3.Perangsangan pada zone tipis dari nuklei paraventrikuler yang terletak sangatberdekatan dengan ventrikel ketiga (atau bila disertai dengan perangsangan padaarea kelabu dibagian tengah mesensefalon yang merupakan kelanjutan dari bagianhipotalamus biasanya berhubungan dengan rasa takut dan reaksi terhukum.

4. Dorongan seksual dapat timbul bila ada rangsangan pada beberapa areahipotalamus. Khususnya pada sebagian besar bagian anterior dan posterionhipotalamus.

a. Bagian-bagian otak secara anatomis
1. Telensefalon (endbrain)

Hemisferum serebri
Korteks serebri
Rhinensefalon (sistem limbik)

Basal Ganglia
Nukleus Kaudatus
Nukleus lentikularis
Klaustrum
Amigdala

2. Diensefalon (interbrain)
Epitalamus
Talamus
Subtalamus
Hipotalamus
3. Mesensefalon (midbrain)

Korpora quadrigemina
Kolikulus superior
Kolikulus inferior

Tegmentum
Nukleus ruber
Substantia nigra

Pedunkulus serebri
4. Metensefalon (afterbrain)
Pons
Serebelum
5. Mienlesefalon (marrow brain)
Medula Oblongat
Respon tubuh terhadap perubahan tersebut yang disebut GAS terdiri dari 3 fase
yaitu:
a. Waspada, (alarm reaction/reaksi peringatan)

Respons Fight or flight (respons tahap awal) Tubuh kita bila bereaksi terhadapstress, stress akan mengaktifkan sistem syaraf simpatis dan sistem hormon tubuh kitaseperti kotekolamin, epinefrin, norepinefrine, glukokortikoid, kortisol dan kortison.Sistem hipotalamus-pituitary-adrenal (HPA) merupakan bagian penting dalam sistemneuroendokrin yang berhubungan dengan terjadinya stress, hormon adrenal berasal darimedula adrenal sedangkan kortikostreroid dihasilkan oleh korteks adrenal. Hipotalamus merangsang hipofisis, kemudian hipofisis akan merangsang saraf simpatis yang mempersarafi:

1.Medula adrenal yang akan melepaskan norepinefrin dan epinefrin;
2.Mata menyebabkan dilatasi pupil;
3.Kelenjar air mata dengan peningkatan sekresi;
4.Sistem pernafasan dengan dilatasi bronkiolus, dan peningkatan pernafasan;

5.Sistem Kardiovaskular (jantung) dengan peningkatan kekuatan kontraksi jantung,
peningkatan frekwensi denyut jantung, tekanan darah yang meningkat;
6.Sistem Gastrointestinal (lambung dan usus), motilitas lambung dan usus yang
berkurang, kotraksi sfingter yang menurun;

7.Hati, peningkatan pemecahan cadangan karbohidrat dalam bentuk glikogen(glikogenolisis) dan peningkatan kerja glukoneogenesis, penurunan sintesaglikogen. Sehingga gula darah akan meningkat di dalam darah;

8.Sistem Kemih terjadi peningkatan motilitas ureter, kontraksi otot kandung kemih relaksasi sfingter;9.Kelenjar keringat, peningkatan sekresi;
10. Sel lemak, terjadi pemecahan cadangan lemak (lipolisis);

Adapun lebih jelasnya fungsi dari syaraf simpatis yang terangsang saat terjadinya stress
b. The Stage of resistance (Reaksi pertahanan)
Reaksi terhadap stressor sudah melampaui batas kemampuan tubuh, timbul gejala
psikis dan somatik.

Individu berusaha mencoba berbagai macam mekanisme penanggulanganpsikologis dan pemecahan masalah serta mengatur strategi untuk mengatur stresor, tubuhakan berusaha mengimbangi proses fisiologi yang terjadi pada fase waspada, sedapatmungkin bisa kembali normal, bila proses fisiologis ini telah teratasimaka gejala stressakan turun, bila stresor tidak terkendali karena proses adaptasi tubuh akan melemah danindividu akan tidak akan sembuh.

c. Tahap kelelahan
Pada fase ini gejala akan terlihat jelas. Karena terjadi perpanjangan tahap awal
stress yang telah terbiasa, energi penyesuaian sudah terkuras, individu tidak dapat lagi mengambil dari berbagaisumber untuk penyesuaian, timbullah gejala penyesuaianseperti sakit kepala, gangguan mental, penyakit arteri koroner, hipertensi, dispepsia(keluhan pada gastrointestinal), depresi, ansietas, frigiditas, impotensia.Bila terjadi stress, kecemasan, kegelisahan, maka tubuh akan bereaksi secaraotomatisberupa perangsangan hormon dan neurotransmiter, untuk menahan stresor,sehingga penting untuk mempertahankan kondisi mental dan fisik mahluk hidup. Dalamhal ini stress akan merangsang pusat hormonal di otak yang bernama hipotalamus (raja endokrin)

Fungsi Hipotalamus disini adalah: mengatur keseimbangan air, suhu tubuh,pertumbuhan tubuh, rasa lapar, mengontrol marah, nafsu, rasa takut, integrasi responssyaraf simpatis, mempertahankan homeostasis. Bila syaraf simpatis terangsang maka,denyut nadi dan jantung akan meningkat, aliran darah ke jantung, otak, dan ototpunmeningkat, sehingga tekanan darah pun akan ikut terpengaruhi, pemecahan gula di hatimeningkat sehingga gula darah ikut meningkat di darah. Kortisol yang dikeluarkan olehkorteks adrenal karena perangsangan hipotalamus, menyebabkan rangsangan susunansyaraf pusat otak. Tubuh waspada dan menjadi sulit tidur (insomnia). Kortisolmerangsang sekresi asam lambung yang dapat merusak mukosa lambung. Menurunkan daya tahan tubuh

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s